Rabu, 07 Desember 2011

Negosiasi Merpati dengan China Masih Dikaji

JAKARTA - Kendati Menteri Keuangan sudah melakukan negosiasi dengan pemerintah China, namun tetap saja negosiasi Merpati dengan Negeri Macan Asia itu masih berlajan alot.

Hingga saat ini, negosiasi tersebut masih dikaji. Di mana pemerintah Indonesia masih melihat aspek leabilitas yang belum dipenuhi pemerintah China terhadap pesawat yang dipesan.

?Negosiasi masih dikaji, khususnya aspek leabilitas pada pesawat yang dibeli,? kata Menneg BUMN Sofyan Djalil, kepada wartawan di sela-sela acara coffee morning, di gedung BUMN Jakarta, Kamis (28/5/2009).

Negosiasi yang masih dikaji tidak akan membuat pihak Merpati menurunkan rencana pembelian 15 unit pesawat, kendati masih ada persoalan krek yang diperbaiki.

Sebelumnya, Sekretaris BUMN Said Didu menyampaikan negosiasi Merpati dengan pihak China tidak akan membuat pemerintah menjadi lembek. Pasalnya, dalam negosiasi ada permintaan pemerintah secara tegas yang harus dipenuhi pemerintah China.

Seperti diketahui, Merpati Airlines menunda rencana pesanan pembelian pesawat jenis MA-60 dari Xian Aircarft Industry Company Ltd asal negara China akibat keterbatasan dana. Kemudian ujung dari penundaan pembelian pesawat dari China, pemerintah China juga menunda pembiayaan proyek PLTU 10 ribu megawatt (mw).

Namun akhirnya, pemerintah China kembali berkomitmen membiayai proyek 10 ribu mw pasca-negosiasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun langsung bertolak ke China dan menyepakati pembelian pesawat Merpati tetap dilakukan secara bisnis to bisnis (B to B), tanpa merugikan negara di kedua belah pihak. (ade)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar